3 April 2017

ETS MPPL-D



Nama  : Ananda Ricky
NRP    : 5114100056
Kelas   : D
Link Sekolah : Tidak Ada

Studi Kelayakan Sistem Verifikasi Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) Online Pada SMA Negeri Unggul Kabupaten Aceh Selatan
Pendahuluan
A. Permasalahan
SMAN Unggul Kabupaten Aceh Selatan (SMAN Unggul Kabas) merupakan sekolah Unggulan di Kabupaten Aceh Selatan, sekolah ini merupakan binaan Pemerintah Daerah Aceh Selatan. Sekolah ini merupakan sekolah yang menerapkan sistem asrama. Setiap tahun ajaran baru SMAN Unggul Aceh Selatan menerima Siswa baru yang tidak banyak. Jumlahnya siswa yang diterima hanya berkisar antara 40 sampai 50 murid. Hal ini dikarenakan sekolah ini memiliki standar yang tinggi bagi siswa SMP yang ingin melanjutkan ke SMAN Unggul tersebut.

Hingga Saat ini SMAN Unggul Kabas belum memiliki sistem PPDB karena di Kabupaten sendiri belum menerapkan sistem ini. Sehingga semua proses pendaftaran dan proses seleksi masih dilakukan secara manual dengan datang ke Dinas Pendidikan dan mengambil Formulirnya. Kemudian melengkapi persyaratan dan mengikuti seleksi tahap I.

B. lingkungan Implementasi
Sebab belum adanya sistem yang terintegrasi PPDB di SMAN Unggul Kabas, Sekiranya kami akan membuat sistem dan menganalisis studi kelayakan dari sistem tersebut. Dimana sistem ini akan di terapkan pada SMAN Unggul Kabas nantinya.

BAHAN DAN METODE

Studi Kelayakan
Studi kelayakan merupakan suatu pembelajaran yang digunakan untuk menentukan kemungkinan apakah sebuah proyek atau pengembangan suatu proyek layak dikerjakan/diteruskan atau dihentikan.
Studi kelayakan disebut juga dengan istilah High Point Review(Jogiyanto, 2008).
Bahan dan Metode
A. Konsep dasar Sistem
Sistem pendaftaran dan verifikasi yang dilakukan secara online ini akan membantu manajemen SMAN Unggul Kabas dalam melakukan pencatatan hasil pendaftaran dan memverifikasi dari setiap berkas yang ada. Selanjutnya sistem tersebut akan memberikan bukti verifikasi kepada pendaftar berupa bukti tercetak dari sistem online yang dapat di print.
B. Studi Kelayakan
Studi kelayakan yang akan digunakan menggunakan beberapa jenis kelayakan, antara lain:
1.      Kelayakan Teknik
Kelayakan teknik mencakup kelayakan perangkat keras dan perangkat lunak. Kelayakan teknik ini menyoroti kebutuhan sistem yang telah disusun dari aspek teknologi yang akan digunakan. Dapat disebut juga sebagai kelayakan dari kemampuan, keandalan dan ketersediaan hardware, software dan jaringan.
2.      Kelayakan Ekonomi
Kelayakan ekonom merupakan aspek yang paling dominan dari aspek kelayakan yang lain. Tidak dapat disangkal lagi, motivasi pengembangan sistem informasi pada perusahaan atau organisasi adalah motif keuntungan.Dengan demikian aspek untung rugi jadi pertimbangan utama dalam pengembangan sistem. Kelayakan ekonomi berhubungan dengan return investmen atau berapa lama biaya investasi dapat kembali.
3.      Kelayakan Operasional
Kelayakan operasional berhubungan dengan prosedur operasi dari personel yang menjalan organisasi. Kelayakan ini menyangkut beberapa aspek seperti beberapa usulan kebutuhan sistem harus benar-benar bisa menyelesaikan masalah yang ada. Sistem yang dihasilkan juga harus benar-benar dibutuhkan oleh pengguna. Kelayakan operasional ini juga mencakup mengenai penerimaan karyawan, dukungan manajemen dan persyaratan pemerintah dan persyaratan lainnya.
Hasil dan Pembahasan
Setelah melakukan analisis terhadap sistem yang akan dikembangkan, dilakukan uji kelayakan dari beberapa segi diantaranya kelayakan teknik, ekonomi, operasional, sosial dan hukum.
1.         Kelayakan Teknik
Perangkat Keras yang digunakan.
No
Perangkat Keras
Spesifikasi
1
Processor
Intel Core i7
2
Memory
8GB DDR3L
3
Monitor
1TB
4
Hardisk
Sony 21”
5
Keyboar
USB Razor, USB Logitech
6
Mouse
USB Logitech
7
Printer
EPSON L1300
Kebutuhan Perangkat Lunak dari sistem ini adalah :
No
Perangkat Lunak
Kegunaan
1
Windows 8.1 pro
Sistem Operasi
2
PHP, HTML
Pembuatan Sistem Web
3
Photoshop, CS 5
Design Sistem Web
4
Google Chrome
Web Browser
5
XAMPP
Web Server
6
My SQL Server
Database Server
Aplikasi yang dibutuhkan dari sistem adalah :
No
Aplikasi/Software
Keterangan
1
MS Word
Digunakan untuk mengetik daftar peserta yang telah diverifikasi
2
MS Excel
Digunakan sebagai penginputan dan pengkategorian data peserta.
3
Google Chrome
Website SMAN Unggul Kabas
Database sebagai penyimpanan data online secara terpusat adalah :
No
Database Sistem
Keterangan
1
My SQL
Penyimpanan Data Online

Dalam Memberikan Penilaian pada kelayakan teknik, apabila perangkat keras, perangkat lunak dan aplikasi yang digunakan sudah sesuai dengan dengan yang di ajukan, maka dipastikan sistem akan berjalan lancar dan sesaui harapan. Jika tanpa mempertimbangkan faktor lain maka sistem ini sudah melebihi satandar dan dapat diterapkan pada sistem yang lain juga. Nilai untuk Sistem Kelayakan Teknik seperti yang di tawarkan untuk SMAN Unggul Kabas ini diberikan nilai 9,5.
2.        Kelayakan Ekonomi
Pembangunan sistem baru membutuhkan investasi ataupun dana untuk mendapatkan manfaat di masa yang akan datang. Sumber daya dan sumber dana diperlukan dalam pembangunan sistem baru sebagai bentuk investasi. Kelayakan ekonomi didapatkan dari hasil analisis biaya dan manfaat. Tujuan dari analisis tersebut adalah untuk memberikan gambaran kepada pengguna apakah manfaat yang diperoleh dari sistem yang lebih besar dari biaya yang dikeluarkan.

Komponen Biaya
Biaya yang berhubungan dengan pembuatan sistem ini dapat diklasifikasikan kedalam 3 kategori utama yaitu:
a.              Biaya pengadaan (procurement cost), yaitu biaya pembelian perangkat keras, biaya ini digunakan pada awal pembuatan sistem, sebelum system dioperasikan.
b.             Biaya Pengembangan, yaitu biaya pembuatan perangkat lunak sistem yang meliputi biaya konsultasi, biaya tahap analisis sistem, biaya tahap desain sistem dan biaya tahap penerapan sistem.
c.              Biaya operasi dan biaya perawatan, yaitu biaya yang dikeluarkan untuk menjalankan sistem, yaitu biaya overhead, biaya perawatan terhadap perangkat keras dan perangkat lunak.
Komponen Manfaat
Manfaat yang didapat dari sistem informasi diklasifikasikan sebagai berikut:
1.        Keuntuugan berwujud (tangible benefit) adalah keuntungan yang berupa penghematan atau peningkatan didalam administrasi yang dapat diukur dalam bentuk satuan nilai uang.
Keuntungan berwujud antara lain :
a.         Pengurangan biaya operasi.
b.        Pengurangan biaya lembur.
c.         Pengurangan biaya perlengkapan.
2.        Keuntungan tak berwujud (intangible benefit), adalah keuntungan yang sulit atau tidak mungkin diukur dalam bentuk satuan uang. Keuntungan tersebut antara Iain :
a.         Keandalan dan ketersediaan sistem
b.        Peningkatan efektifitas pegawai dan akademiknya.
c.         Peningkatan kepuasan mahasiswa, dosen, dan pegawainya
Adapun metode untuk melakukan analisis biaya dan manfaat adalah :
a.       Metode Periode Pengembalian (Payback Period)
Metode ini adalah uji kuantitatif yang digunakan untuk menghitung jangka waktu yang diperlukan untuk membayar kembali biaya investasi dalam pembuatan aplikasi yang telah dikeluarkan. Penilaian kelayakan untuk payback.
·      Layak jika waktu pengembalian lebih kecil dari umur investasi.
·      Tidak layak jika waktu pengembalian lebih besar dari umur investasi.
Perhitungan PP :
Nilai Investasi : Rp38.720.000
Proses Tahun 1 : RP82.964.821
PP = 38.720.000/82.964.821
PP = 0,46 Tahun (kurang lebih 5 bulan)
Dari perhitungan diatas diketahui bahwa periode pengembalian sudah dapat dicapai pada tahun ke-0 atau tahun pertama jika aplikasi yang dibuat langsung digunakan untuk kebutuhan akademik, secara detailnya adalah 0,46. Dapat disimpulkan bahwa yang ditanamkan pada rancangan sistem ini akan mencapai titik impas pada waktu kurang lebih 5 sampai dengan 6 bulan, yang berarti bahwa setelah 5 bulan akan mulai dapat mengambil keuntungan dari sistem tersebut. Yang berarti sistem ini layak dikembangkan karena waktu pengembalian lebih mencapai titik impas ataupun kecil dari umur investasi.
b.      Metode Pengembalian Investasi (Return on Investment)
Metode pengembalian investasi digunakan untuk mengukur presentase manfaat yang dihasilkan proyek dibanding dengan biaya yang dikeluarkan. Return on Investmen (ROI) dari suatu proyek dapat dihitung dengan rumus:
Penilaian kelayakan untuk ROI :
Layak jika ROI > 0
Tidak layak jika ROI < 0
Biaya-biaya
Biaya Tahun 0 = Rp38.000.000
Biaya Tahun 1 = Rp4.000.000
Biaya Tahun 2 = Rp4.000.000
Biaya Tahun 3 = Rp4.000.000
Total = Rp50.000.000
Manfaat-manfaat :
Manfaat Tahun 0 = Rp0
Manfaat Tahun 1 = Rp88.000.000
Manfaat Tahun 2 = Rp96.000.000
Manfaat Tahun 3 = Rp95.000.000
Total = Rp279.000.000

ROI = [ ( 279.000.000 – 50.000.000) / 279.000.000 ] x 100%
ROI = 82 % berarti layak

Menilai Kelayakan Ekonomi
Karena setelah mendapatkan hasil dari analisis biaya dan manfaat serta mendapatkan total komitmen dari manajemen puncak, dan dana belum ada, tetapi pihak manajemen tertinggi dapat meyakinkan tim akan tersedianya dana sehingga nilai dapat diberikan 8.5.
3.      Kelayakan Operasional
Kelayakan operasional dinilai dengan menggunakan kerangka kerja PIECES yang dikembangkan oleh James Wetherbe bertujuan untuk mengukur apakah sistem yang akan dikembangkan dapat dioperasikan dengan baik atau tidak di dalam organisasi. Kerangka PIECES meliputi:
Performances
Siatem Lama
Sistem Baru
Membutuhkan waktu yang cukup lama untuk menyelesaikan 1 verifikasi data.
Membutuhkan waktu kurang lebih 5 menit untuk memverifikasi 1 data
                Information
Siatem Lama
Sistem Baru
Sering menyajikan informasi yang keliru dan tidak akurat.
Dapat memberikan informasi yang tepat dan akurat.
                Economy
Siatem Lama
Sistem Baru
Mengeluarkan banyak biaya untuk print dan perawatan hardware.
Biaya yang dikeluarkan relative murah karena untuk perbaikan hardware yang sudah jarang, dan sedikit terjadi kesalahan pencetakan laporan.
                Eficiensy
Siatem Lama
Sistem Baru
Verifikasi dilakukan secara manual oleh admin.
Verifikasi dilakukan secara otomatis oleh sistem.
                Control
Siatem Lama
Sistem Baru
File dan data penting juga rahasia dapat di akses oleh user biasa dan selain admin.
Membatasi hak-hak user sehingga tidak dapat mengakses file penting dan data rahasia.
                Service
Siatem Lama
Sistem Baru
Sistem relative lambat dalam mengolah data.
Sistem dapat mengolah data lebih cepat.

Karena sistem berbasis global yang yang baru dan banyak pengguna, dan tidak di kenal oleh beberapa user. Dan beberapa usernya adalah calon siswa baru ataupun panitia yang telah dilatih untuk pekerjaan dan proses sistem tersebut. Nilainya menjadi 9.

Kesimpulan dan Saran
Kesimpulan
Berdasarkan tujuan dari analisis Studi Kelayakan sistem verifikasi pendaftaran online berbasis web pada SMAN Unggul Kabas, maka dapat diambil kesimpulan :
1.      Hasil dari analisis studi kelayakan teknik, ekonomi dan operasi sistem ini layak untuk dikembangkan.
2.      Rekomendasi untuk SMAN Unggul Kabas kedepannya adalah membuat sebuah sistem PPDB dan menerapkannya untuk penyeleksian siswa baru.
3.      SMAN Unggul Kabas proses sistem verifikasi online berbasis web sudah bisa dikembangkan serta digunakan dalam proses pendaftaran.

Saran
Berdasarkan kesimpulan yang telah disebutkan sebelumnya, maka terdapat saran, yaitu sebagai berikut :
1.      Analisis studi kelayakan sistem yang dilakukan untuk selanjutnya bukan saja analisis studi kelayakan teknik, ekonomi dan operasi, tetapi juga kelayakan hukum, kelayakan sosial, analisis PDM (strategic factor) dan MURRE (design factor).
2.      Sebaiknya sistem verifikasi pendaftaran online ini segera di buatkan untuk kemajuan sekolah kedepannya.
3.      Sistem verifikasi pendaftaran online berbasis web sebaiknya dilanjutkan ketahap implementasi, sehingga dapat mempermudah SMAN Unggul Kabas serta manjemen sekolah dalam proses verifikasi pendaftaran online.

Referensi:




Tidak ada komentar:

Posting Komentar