16 Oktober 2016

MANAGEMEN INFORMASI OJK





Otoritas Jasa Keuangan atau di singkat OJK adalah lembaga Negara yang dibentuk berdasarkan Undang-undang Nomor 21 Tahun 2011 yang berfungsi menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan di dalam sektor jasa keuangan baik di sektor perbankan, pasar modal, dan sektor jasa keuangan non-bank seperti Asuransi, Dana Pensiun, Lembaga Pembiayaan, dan Lembaga Jasa Keuangan lainnya.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dibentuk dengan tujuan agar keseluruhan kegiatan di dalam sektor jasa keuangan: Terselenggara secara teratur, adil, transparan, dan akuntabel, mampu mewujudkan sistem keuangan yang tumbuh secara berkelanjutan dan stabil, dan mampu melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat. 

Visi & Misi OJK


VISI :
Visi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adalah menjadi lembaga pengawas industri jasa keuangan yang terpercaya, melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat, dan mampu mewujudkan industri jasa keuangan menjadi pilar perekonomian nasional yang berdaya saing global serta dapat memajukan kesejahteraan umum.

MISI :
Misi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adalah:
1. Mewujudkan terselenggaranya seluruh kegiatan di dalam sektor jasa keuangan secara teratur, adil, transparan, dan akuntabel;
2. Mewujudkan sistem keuangan yang tumbuh secara berkelanjutan dan stabil;
3. Melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat.​​

STRUKTUR ORGANISASI OJK

STRUKTUR ORGANISASI OJK TERDIRI ATAS:
1. Dewan Komisioner OJK
2. Pelaksana Kegiatan Operasional

STRUKTUR DEWAN KOMISIONER TERDIRI ATAS:
1. Ketua merangkap anggota;
2. Wakil Ketua sebagai Ketua Komite Etik merangkap anggota;
3. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan merangkap anggota;
4. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal merangkap anggota;
5. Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Dana Pensiun, Lembaga Pembiayaan, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya merangkap anggota;
6. Ketua Dewan Audit merangkap anggota;
7. Anggota yang membidangi Edukasi dan Perlindungan Konsumen;
8. Anggota Ex-officio dari Bank Indonesia yang merupakan anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia; dan
9. Anggota Ex-officio dari Kementerian Keuangan yang merupakan pejabat setingkat Eselon I Kementerian Keuangan.

PELAKSANA KEGIATAN OPERASIONAL TERDIRI ATAS:
1. Ketua Dewan Komisioner memimpin bidang Manajemen Strategis I;
2. Wakil Ketua Dewan Komisioner memimpin bidang Manajemen Strategis II;
3. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan memimpin bidang Pengawasan Sektor Perbankan;
4. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal memimpin bidang Pengawasan Sektor Pasar Modal;
5. Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Dana Pensiun, Lembaga Pembiayaan, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya memimpin bidang Pengawasan Sektor IKNB;
6. Ketua Dewan Audit memimpin bidang Audit Internal dan Manajemen Risiko; dan
7. Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen memimpin bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen.


TUGAS :
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mempunyai tugas melakukan pengaturan dan pengawasan terhadap kegiatan jasa keuangan di sektor Perbankan, sektor Pasar Modal, dan sektor IKNB.

3 Oktober 2016

Analisa SWOT pada Sistem Informasi Loundry



Pada kali ini saya akan menjelaskan Analisa SWOT tentang Sistem Informasi Loundry dari postingan saya sebelumnya. Selanjutnya mari kita bahas dahulu apa itu Analisa SWOT itu sendiri.


Analisis SWOT adalah metode perencanaan strategis yang digunakan untuk mengevaluasi kekuatan (strengths), kelemahan (weaknesses), peluang (opportunities), dan ancaman (threats) dalam suatu proyek atau suatu spekulasi bisnis. Keempat faktor itulah yang membentuk akronim SWOT

source : https://id.wikipedia.org/wiki/Analisis_SWOT

SWOT adalah singkatan dari:
S = Strength (kekuatan).
W = Weaknesses (kelemahan).
O = Opportunities (Peluang).
T = Threats (hambatan).

Penjelasan tentang ke-4 singkatan di atas adalah :
a. Strenght (S)
Yaitu analisis kekuatan, situasi ataupun kondisi yang merupakan kekuatan dari suatu organisasi atau perusahaan pada saat ini. Yang perlu di lakukan di dalam analisis ini adalah setiap perusahaan atau organisasi perlu menilai kekuatan-kekuatan dan kelemahan di bandingkan dengan para pesaingnya. Misalnya jika kekuatan perusahaan tersebut unggul di dalam teknologinya, maka keunggulan itu dapat di manfaatkan untuk mengisi segmen pasar yang membutuhkan tingkat teknologi dan juga kualitas yang lebih maju.
b. Weaknesses (W)
Yaitu analisi kelemahan, situasi ataupun kondisi yang merupakan kelemahan dari suatu organisasi atau perusahaan pada saat ini. Merupakan cara menganalisis kelemahan di dalam sebuah perusahaan ataupun organisasi yang menjadi kendala yang serius dalam kemajuan suatu perusahaan atau organisasi.
c. Opportunity (O)
Yaitu analisis peluang, situasi atau kondisi yang merupakan peluang diluar suatu organisasi atau perusahaan dan memberikan peluang berkembang bagi organisasi dimasa depan. Cara ini adalah untuk mencari peluang ataupun terobosan yang memungkinkan suatu perusahaan ataupun organisasi bisa berkembang di masa yang akan depan atau masa yang akan datang.
d. Threats (T)
Yaitu analisis ancaman, cara menganalisis tantangan atau ancaman yang harus dihadapi oleh suatu perusahaan ataupun organisasi untuk menghadapi berbagai macam faktor lingkungan yang tidak menguntungkan pada suatu perusahaan atau organisasi yang menyebabkan kemunduran. Jika tidak segera di atasi, ancaman tersebut akan menjadi penghalang bagi suatu usaha yang bersangkutan baik di masa sekarang maupun masa yang akan datang.

Itulah penjelasan dari SWOT tersebut, Kemudian, selanjutnya mari kita analisis SWOT dari Sistem Informasi Loundry tersebut.

a. Strenght (Kekuatan)
1. Praktis karena pelanggan tidak perlu menghabiskan banyak waktu mencuci 
2. Memiliki Estimasi waktu yang tidak lama.
3. Estimasi Waktu untuk penyelesaian loundry dapat disesuaikan dengan permaintaan pelanggan.

b. Weaknesses (Kelemahan)
1. Bisa terjadi pertukaran barang milik pelanggan.
2. Pelanggan
c. Opportunity (Peluang)
1. Akan susah berkembang, Dimasa depan setiap rumah tangga akan memiliki mesin cuci sendiri.
2. Kondisi susah berkembang, karena pasaran akan banyak bergantung pada anak kos.

d. Threats (Ancaman)

1. Pelanggan akan berkurang karena akan banyak, Ibu rumah tangga yang menggunakan mesin cuci sendiri.

Sekian tentang analisa SWOT dari Sistem Informasi Loundry. Semoga kalian dapat memahami.

1 Oktober 2016

Sistem Informasi Loundry



hai guys, apa kabar, kali ini saya dapat tugas dari dosen Analisis Perancangan Sistem Informasi untuk membuat analisa terhadap SI sebuah usaha atau organisasi. Saya sudah menemukan apa yang ingin saya bahas kali ini.

Pada kali ini saya akan analisa tentang Sistem Informasi Loundry.





1. Transaction Processing System (TPS) :
  • Order Pesanan 
Menerima pakaian kotor dari pelanggan dan mencatatnya di buku transaksi penerimaan pakaian dari pelanggan.


2. Management Information System (MIS) :
  • Loundry management system 
Memberikan estimasi waktu pengambilan barang dan mengerjakan pesanan hingga selesai tepat pada estimasi waktu pengambilan barang pesanan yang sudah selesai.

3. Decision Support System (DSS) :
  • Manager Toko 
  1. Memeriksa setiap transaksi yang terjadi setiap hari dan memberikan kontrol kepada pegawai agar pekerjaan dapat di selesaikan dengan estimasi waktu yang baik.
  2. Memberikan gaji pegawai serta memeriksa setiap mesin yang digunakan apakah ada kerusakan atau tidak.
4. Executive Information System (EIS) :

  • Executive Manager
Membuka cabang loundry yang baru.